PERSIAPAN MENUJU PERSALINAN (Part.2)

(Sebelumnya : A. Hospital Bag)

B. Peralatan Mandi
Yang termasuk dalam peralatan mandi bayi untuk disiapkan sebelum kehadiran sang bayi sendiri adalah sbb :

  1. Bak mandi, karena akan sulit memandikan bayi di ember atau misalnya di bathub untuk itu diperlukan bak mandi khusus bayi. Saat ini banyak jenis bak mandi bayi, ada yang dilengkapi dengan thermometer untuk mengukur suhu air hangat, ada yang dilengkapi dengan timbangan berat badan, ada juga yang bisa dilipat sehingga memudahkan untuk dibawa. Untuk meminimalisir budget, bak mandi dapat ditiadakan. Orangtua perlu menyediakan jaring mandi (baby bather) sebagai alas mandi bayi.
  2. Alas mandi / Jaring mandi (baby bather), memudahkan orangtua memandikan bayi tanpa khawatir bayinya akan terpeleset di tangan atau kemasukan air. Banyak jenis yang dijual umum, namun lebi baik pilih material yang muda atau cepat kering karena jika pemakaian terus menerus mengakibatkan penumpukan air sehingga rentan berjamur. Jamur pada alat mandi yang digunakan bayi dapat menyebabkan ruam kemerahan di kulitnya. Jika memilih bahan dengan material full karet / silikon, selalu pastikan untuk disikat dan dibilas setelah digunakan lalu dikeringkan, ini juga menghindari tumbuhnya jamur dari sisa air sabun.
  3. Shampo & sabun khusus bayi. Pilih hanya shampo dan sabun bayi yang telah melewati proses dermatology tested. Selain itu, baik untuk mempertimbangkan pemilihan sabun dan shampo bayi dengan bahan-bahan minimal atau tanpa kimia, biasanya jenis produk yang terbuat dari tumbuhan dan tanpa lemak hewani, contohnya castile soap yang terbuat dari minyak kelapa, minyak biji jarak, dan atau minyak alpukat. Meskipun harganya relatif lebih mahal daripada sabun / shampo biasanya, jenis sabun tumbuhan memiliki kelebihan ekonomis yaitu cukup dipakai sedikit saja sehingga masa pakai lebih lama.
  4. Deterjen khusus pakaian bayi, sebisa mungkin pilih yang tidak mengandung bahan-bahan kimia yang berlebihan seperti : pewangi / fragrance, phosphate, chlorine, pewarna dan bahan sintetis / artifisial lainnya. Selain bahan-bahan tersebut berbahaya bagi bayi yang memiliki kulit sensitif, juga berbahaya bagi lingkungan.
  5. Handuk dan waslap, hendaknya membeli handuk mandi agak banyak karena sebaiknya handuk bayi sering dicuci agar tidak berjamur. Sertai pembelian handuk mandi dengan handuk kecil, fungsinya cukup banyak (menjadi lap apapun seperti tumpahan susu, tumpahan lainnya sebagai pengganti tisu) dan akan terpakai sampai anak balita. Sedangkan waslap digunakan untuk menyeka kulit bayi baru lahir yang masih sangat lembut saat mandi.
  6. Kain Kasa untuk membersihkan lidah bayi. Sebaiknya lidah bayi dibersihkan sekali sehari dengan menggunakan kain kasa yang dibalutkan diluar jari telunjuk orangtua. Hal ini penting untuk menjaga kebersihan mulut bayi, bayi baru lahir hanya mengonsumsi ASI / susu formula sehingga lidahnya akan menumpuk lemak sisa susu yang bisa menjadi tempat jamur Candida Albicans berkembang.
  7. Minyak telon. Sebaiknya kulit bayi tidak terlalu banyak diolesi produk-produk olahan berkimia, karena kulit bayi yang masih sangat halus dan sensitif. Minimal produk yang diberikan pada kulit bayi adala minyak telon dengan tujuan menghangatkan badan bayi, terutama dipakai setelah mandi. Namun penggunaan minyak telon tidaklah wajib, bayi dapat mengatur suhu badannya sendiri dengan memakai pakaian hangat. Apabila membeli minyak telon, pilih komposisi bahannya hanya mengandung minyak alami, contoh : Oleum Cajuputi – Eucalyptus (minyak kayu putih), Oleum Citronellae (minyak sereh), Oleum Cocos (minyak kelapa) dan hindari bahan tambahan seperti :

Sedangkan peralatan mandi yang tidak perlu dimiliki karena tidak terpakai atau fungsinya tidak terlalu membantu adalah :

  • Bedak Bayi (talcum powder) karena banyak penelitian telah membuktikan bahwa bedak bayi berbahan mikro partikel yang berbahaya bagi bayi apabila terhirup serta dapat menyebabkan kanker, seperti abestos dan phosphate. Kulit bayi sangan rentan dengan bahan-bahan kimia, serta melihat resiko jangka panjang terhadap anak tersebut maka bedak tidak lagi digunakan sejak bayi. Kulit bayi yang sangat halus tidak memerlukan bedak untuk membuat kulitnya kering, keringatnya tidak perlu terserap oleh bedak dan tubuhnya secara perlahan dapat beradaptasi dengan suhu dan cuaca. Jika bayi terlalu berkeringat hal ini bisa jadi disebabkan oleh cuaca yang panas dan baju yang ketat / tebal, usahakan mengganti baju bayi apabila basah oleh keringat / liur / air. Namun jika bayi selalu berkeringat meskipun menggunakan baju tipis dan longgar, orangtua perlu memeriksakan sang bayi ke dokter anak.
  • Lotion Bayi. Seperti halnya bedak, lotion juga memiliki kandungan kimia yang tidak diperlukan oleh bayi di masa awal pertumbuhannya.
  • Water viser. Water viser berbentuk seperti topi karet dengan bagian atas berlubang sehingga dapat dipakai saat mencuci rambut anak, biasanya dibeli untuk menutupi bagian telinga sehingga air tidak mengenai telinga bayi. Namun, water viser baru dapat digunakan setelah anak berumur 1 atau 2 tahun keatas, dan tidak semua anak mau memakainya. Sebagai tips agar air tidak masuk ke telinga adalah dengan menuangkan air (menggunakan shower atau gayung) secara perlahan di ubun-ubun bayi dengan posisi kepala bayi terlentang dan kepala lebih tinggi daripada perut), kemudian diusapkan perlahan sambil diberikan shampo kemudian dibilas dengan cara yang sama. Apabila ada air atau air berbusa masuk ke telinga bayi, harap tidak panik dan usap bagian luar menggunakan kain kering, air tersebut akan kering / keluar dengan sendirinya tanpa dibersihkan sampai ke bagian dalam.

PERSIAPAN MENUJU PERSALINAN (Part.1)

Peran orangtua saat anak masih di dalam kandungan adalah mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan dan diperlukan tidak hanya untuk sang buah hati juga sang ibu saat persalinan tiba. Banyak hal yang harus dipersiapkan menjelang persalinan. Tentu saja kita semua paham dan terbiasa dengan ritual membeli baju bayi, perlengkapan mandi dan lain-lainnya. Banyak pilihan dan dengan akses yang terbuka saat ini, sungguh mudah mendapatkan barang-barang yang diinginkan baik melalui pembelian secara online dan offline.


Sebagai orangtua baru, tentunya kegiatan membeli barang bayi sebelum sang buah hati lahir dirasakan sebagai kegiatan yang menyenangkan. Menebak-nebak seperti apa nanti jika handuk bercorak hewan ini dipakai oleh si jabang bayi setelah mandi, dan betapa lucunya sepatu pink ini dipakai sang anak nantinya.
Berikut adalah barang-barang yang dibutuhkan dan wajib dibeli sebelum anak lahir (pun orangtua tidak perlu membeli sendiri, menjadikannya wish list kado adalah salah satu cara untuk persiapan yang lebih cermat) :

A. Hospital Bag
Yang dimaksud dengan hospital bag adalah tas yang berisi barang-barang untuk dibawa pada saat bersalin. Sifatnya dapat dibawa kapanpun, terutama di saat emergency. Kita tidak tahu kapan sang buah hati lahir, apakah sebelum atau setelah Hari Perkiraan Lahir (HPL). Untuk itu perlu mempersiapkan sebuah atau 2 buah tas yang diletakkan di ruang dekat pintu keluar rumah atau di dalam mobil sehingga sewaktu-waktu persalinan akan dimulai, orangtua dapat menghemat waktu packing ke Rumah Sakit karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Apa saja isi Hospital Bag?

  1. Tas, Orangtua bisa memilih diaper bag yang nanti akan dipakai seterusnya Ketika membawa bayi bepergian. Tas berbentuk Backpack atau koper juga bisa, koper tentu akan lebih muat banyak. Pilih tas yang banyak kompartemen untuk penyimpanan serta tas yang mudah diangkat / dibawa sehingga tidak mengganggu mobilitas. Hindari tas
  2. Isi hospital bag sebetulnya lebih kepada barang-barang yang akan digunakan ibu selama di RS. Barang-barag yang dibutuhkan adalah :
    a.) Pakaian dalam (bra menyusui, celana dalam khusus ibu hamil). Selama 3 hari di RS diperlukan 3 pasang pakaian dalam.
    b.) Pakaian ganti (disarankan berbentuk piyama atau kimono, dengan kancing atau resleting yang gampang dibuka saat menyusui). Pakaian ganti biasanya dipakai setelah ibu bisa mandi, sebelum itu biasanya ibu menggunakan pakaian dari RS. Untuk 3 hari di RS diperlukan 2 macam baju, 1 untuk selama di RS dan 1 untuk dipakai pulang.
    c.) Popok dewasa. Selama masa nifas pasca melahirkan, ibu biasanya mengeluarkan darah nifas, hal ini wajar terjadi baik pada persalinan normal atau Caesar. Disarankan untuk menyiapkan popok dewasa karena lebih mudah menggantinya daripada maternity pad (pembalut bersalin), selain itu menampun lebih banyak darah dan lebih efisien (tidak perlu menggunakan celana dalam lagi). Untuk 3 hari di RS diperlukan kira-kira sebanyak 5-8 buah popok dewasa, orangtua dapat membeli lebih banyak untuk persediaan di rumah.
    d.) Bengkung / Stagen / Gurita. Bagi ibu dengan persalinan normal, menggunakan stagen sudah menjadi kebiasaan turun temurun untuk memperlancar peredaran darah pasca melahirkan serta mempecepat pemulihan. Namun tidak hanya untuk ibu dengan persalinan normal saja, bagi ibu dengan persalinan Caesar menggunakan stagen dapat membantu menimalisir rasa nyeri di bekas jahitan serta mempercepat pemulihan. Jangan memakai stagen dengan harapan perut lansung menjad langsing karena perut pasca melahirkan baru akan mengecil seara alami setelah usia anak 30 hari. Perlu diketahui untuk memakai stagen harus dilakukan oleh perawat di RS.
    e.) Nipple cream (krim untuk putting payudara). Krim ini berguna untuk merawat putting yang lecet saat awal proses menyusui. Hal ini sering terjadi, namun dapat dihindari dengan perlekatan menyusui yang benar. Di beberapa rumah sakit, ibu akan mendapatkan sesi khusus dengan konselor laktasi untuk mendapatkan ilmu dan tanya jawab seputar menyusui.
    f.) Botol air minum & cemilan. Karena lebih mudah menggunakan botol daripada gelas dari RS, botol bisa diletakkan di ujung Kasur dan tidak tumpah. Pilih cemilan yang bernutrisi dan mengenyangkan, seperti : kacang-kacangan, biskuit, sereal dan coklat. Hindari mi instan dan cemilan bergaram tinggi karena akan mempengaruhi tekanan darah menjadi tidak stabil.
    g.) Tisu kering & tisu basah. Kedua jenis tisu ini penting untuk disimpan di dalam hospital bag. Pilih jenis tisu basah non alcohol & non parfum.
    h.) Alat mandi, seperti : sikat gigi, sabun pembersih muka, sabun, shampoo, deodorant. Handuk disediakan oleh pihak RS. Hindari menggunakan wewangian dan deodorant mengandung alcohol, karena pada saat menyusui atau skin to skin anak akan terpapar dengan bahan kimia tersebut. Beberapa anak memiliki alergi terhadap bahan-bahan kimia tertentu.
  3. Selain barang-barang untuk ibu, perlu dipersiapkan juga barang-barang untuk calon buah hati, seperti :
    a.) Baju, topi, kaos kaki (socks), kaos tangan (mitten) dan kain bedong ganti. Biasanya bayi baru lahir membutuhkan pakaian atasan, kaos tangan (hand mitten) dan kaos kaki (socks) dan bawahannya memakai popok, kemudian dibalut dengan kain bedong. Bayi pun diberikan topi untuk menjaganya tetap hangat.
    b.) Popok. Bawa popok untuk selama 3 hari di RS, biasanya RS menanyakan apa sedia popok sendiri? Kalau tidak, RS menyediakan dan nanti popok tersebut akan masuk ke dalam billing tagihan RS. Jangan lupa jika membeli popok untuk hospital bag, pilih popok ukuran NB (newborn) dengan perekat (bukan popok celana) sehingga lebih mudah membersihkan dan lebih nyaman untuk sang bayi saat proses menggantinya. Penggunaan popok kain juga baik, hanya saja pihak RS tidak menyediakan jasa laundry untuk popok kain yang kotor, dan dibutuhkan banyak popok kain disebabkan bayi baru lahir sering buang air kecil. Pilihan popok ini dikembalikan kepada pertimbangan orangtua.
    c.) Kain Gendongan. Mulai belajar baby-wearing atau menggendong anak dengan kain. Banyak merk gendongan kain yang direkomendasikan untuk bayi baru lahir seperti gendongan geos sampai yang harga mahal seperti baby k-tan. Manfaat dari menggendong anak menggunakan kain ini adalah proses bayi beradaptasi dengan dunia baru, namun masih merasakan hangatnya kulit sang ibu dan dapat mendengar detak jantung ibu sama seperti di dalam kandungan, baby-wearing menjaga mood bayi tetap tenang dan nyaman. Disarankan menggendong tanpa memakai baju sehingga terjadi skin-to-skin-contact antara bayi dan ibu. Ayah juga dapat melakukan hal yang sama menjadikan proses pengikatan (bonding) bayi dengan ayah lebih mudah.
    d.) Peralatan pumping (memompa ASI). Untuk kebutuhan bayi di kondisi tertentu seperti bayi perlu dirawat di ruang terpisah dengan ibu seperti NICU / perinatology (biasanya disebabkan bayi kuning / jaundice), ibu perlu tetap menghasilkan ASI untuk sang bayi. Berbagai merk pompa ASI dijual saat ini, baik manual dan elektrik. Jangan lupa membawa perlengkapan mencuci alat-alat pompa seperti sabun dan sikat.

(bersambung)

Tentang OK Parent!

Website ini lahir untuk menjadi wadah informasi, bahan masukan, pertimbangan dan penolong para orangtua di Indonesia dalam perjalanannya menjadi dan sebagai orangtua. Menjadi orangtua merupakan status yang disandang sejak anak masih di dalam kandungan sampai sang orangtua tersebut meninggalkan dunia, status terlama yang dimiliki karena menjadi suami atau istri bisa saja perannya berhenti saat status perkawinan berubah dikarenakan perceraian. Namun, menjadi orangtua akan terus disandang meskipun perkawinan berakhir dengan perceraian, dan meskipun sang anak telah menginjak dewasa serta memiliki keluarga sendiri.

Berikut adalahh topik utama yang menjadi pokok bahasan di OK Parent! :

  • Pengasuhan anak menurut usia (dari sebelum lahir hingga usia remaja)
  • Direktori Kesehatan Anak dan Orangtua (Daftar Dokter Anak, Rumah Sakit Ibu & Anak, Imunisasi, Institusi Tumbuh Kembang, Sentra Kesehatan bagi anak berkebutuhan khusus, dll)
  • Rutinitas Harian (Menyusui, MPASI, pentingnya mengikuti jadwal, waktu makan, waktu tidur, dll)
  • Blog (merupakan tulisan refleksi dari buku, karya ilmiah, jurnal dan artikel-artikel pengasuhan anak)
  • Forum (interaksi antara orangtua terkait topik pengasuhan)

Pengasuhan dengan gaya hidup berkelanjutan (sustainable parenting lifestyle) menjadi unsur penting dalam setiap tulisan di dalam website ini. Pola pikir bahwa keselamatan lingkungan hidup yang selaras ada dalam setiap perilaku dan keputusan orangtua sehingga menurunkan kembali kepada anak-anaknya adalah tabungan di masa depan bagi bumi. Ingin mengingatkan bahwa bumi tempat kita (dan anak cucu kita) hanya satu. OK Parent! mengajak orangtua (dan anak-anaknya) untuk menjaga bumi dari kerusakan demi generasi masa depan.

OKParent.id tidak mengagungkan pola asuh tertentu, dikarenakan berpijak pada satu pola asuh saja akan menjadikannya seperti agama. OKParent.id juga tidak bertujuan untuk menjadikan orangtua yang membaca website ini menjadi orangtua yang sempurna. Semua punya porsi masing-masing, termasuk juga kelebihan dan kekurangan. Adanya keseimbangan antara kelebihan dan kekurangan dalam pribadi masing-masing orangtua menjadikannya orangtua yang OK, yang mawas diri dan yang cukup bagi anak-anaknya. Anak tidak butuh orangtua yang sempurna, cukup orangtua yang OK.

OK Parent! mengajak semua pihak (orangtua, praktisi, dokter, ahli, penggagas serta pelaku pola hidup berkelanjutan) untuk bekerjasama menjadi community OK Parent! sebagai :

  • Kontributor Tulisan
  • Narasumber Tulisan
  • Penyumbang saran dan pengalaman di dalam forum
  • Penyebar informasi (tidak hanya follow tapi juga melakukan repost atau menyebarkan ulang informasi di dalam website ini agar lebih banyak diterima oleh orangtua lainnya)

#parenting #children #aboutchildren #aboutparent #sustainability #fromzerotohero